REVIEW CRYSIS 3

by Andy Chan – VGI
Setelah game Crysis 2 rilis tahun 2011 silam, Crytek kembali melanjutkan seri tersebut dengan sekuel utama resmi berjudul Crysis 3.

Prophet dan Psycho.
Mengambil setting 24 tahun setelah kejadian di Crysis 2, pada game Crysis 3 kita kembali bertemu dengan Prophet, yang di awal cerita dibebaskan oleh Psycho. Prophet mendapatkan visi bahwa para aliens yang bernama Ceph akan menghancurkan dunia, namun saat ini CELL sedang berusaha menguasai dunia dan Prophet harus mencegah semua itu terjadi.
Dipertanyakan kemanusiaannya oleh teman, dikejar oleh CELL dan dirasuki oleh Ceph, Prophet harus kembali menyelamatkan dunia dalam kisah yang dikemas secara epic di game Crysis 3 ini.
Crysis 3 seperti seri sebelumnya, tetap merupakan sebuah game first-person shooter. Kita mengendalikan Prophet, sang prajurit yang tubuhnya sudah menjadi satu dengan teknologi alienNanosuit. Dengan menggunakan Nanosuit, Prophet bisa menggunakan berbagai kemampuan khusus seperti kekuatan besar,armor, dan stealth.

Teman baru untuk Prophet, Composide Predator Bow.
Baru untuk Crysis 3 adalah sebuah senjata stealth bernama Composite Predator Bow. Dengan senjata canggih ini, kita bisa berburu lawan seperti layaknya predator karena kita bisa menembakkan senjata ini tanpa resikostealth hilang.
Sepanjang perjalanan Prophet untuk menghancurkan CELL dan mencegah kembalinya Ceph, kita bisa menemui berbagai macam senjata. Masing-masing senjata bahkan bisa kita kustomisasi on-the-fly, alias langsung di medan perang tanpa perlu melakukan pause. Namun ini berarti kalau kita sedang mengkustomisasi senjata, musuh tetap bergerak dan bisa membunuh kita.

Kustomisasi senjata on-the-fly
Kustomisasi yang ada cukup banyak, kita bisa memilih misalnya ingin menggunakan iron sights, tactical sight,atau lainnya, bisa juga memilih jenis peluru, serta memilih attachment dan beberapa jenis laras senapan. Masing-masing senjata memiliki kustomisasi yang berbeda. Prophet bahkan bisa mengambil senjata Ceph dan menggunakannya untuk membantai lawan.
Selain mengkustomisasi senjata, kita juga bisa mengkustomisasi skill yang dimiliki oleh Nanosuit milik Prophet. Untuk mengkustomisasi dan upgrade Nanosuit, kita perlu mengambil Nano upgrade kit terlebih dahulu yang lokasinya kadang tersembunyi di medan perang.

Pemilihan skill module di Nanosuit
Bukan berarti setelah kita membeli semua upgrade maka Prophet menjadi tidak terkalahkan. Kita hanya bisa memasang satu set empat skill saja pada suatu saat, tidak bisa menyalakan semua skill-nya secara sekaligus. Hal ini membuat kita harus lebih taktis, butuh skill apa di saat apa, misalnya kemampuan untuk stealth kill tanpa keluar dari stealth, lari tanpa suara, dan sebagainya.
Meskipun AI musuh di Crysis 3 tidaklah bodoh, namun mereka tetap bisa dimanipulasi. Setiap ada yang mati, biasanya ada yang memeriksa mayatnya untuk kemudian kita stealth kill. Setelah itu, biasanya ada lagi yang datang untuk memeriksa dan kita bunuh lagi. Seharusnya mereka sadar kalau lokasi tumpukan mayat itu adalah tempat berbahaya.
Bagaikan preman, ketika mereka bergerombol, mereka berani menantang Prophet “Ayo keluar, dasar penakut!”,sementara begitu tinggal sendirian, nyali mereka langsung ciut, “Tolong! Dia akan bunuh saya!”
Sangat fun untuk mencoba membunuhi semua anggota CELL menggunakan stealthDesign level yang cukup luas membuat kita memiliki banyak pilihan taktik untuk menghabisi lawan. Namun hal yang sama tidak terjadi pada Ceph yang lebih brutal dan beringas dalam menyerang Prophet. Mereka sama sekali tidak takut mati dan bisa membuat kita kewalahan dan terkadang tidak berpikir lagi mengenai taktik.
 

Memang benar-benar sebagus itu grafisnya.
Secara grafis, Crysis 3 memang menakjubkan. Bahkan boleh dibilang, design level yang ada sengaja dibuat untuk memamerkan cantiknya grafik hasil dari CryEngine 3, mulai dari daerah pertama yang penuh hujan sampai kota New York yang penuh pepohonan, semuanya menampilkan pencahayaan yang dinamis.
Dari segi suara juga tidaklah mengecewakan. Crysis 3 memiliki voice acting yang berkelas, lagu yang epic, dengan suara senjata yang meyakinkan. Sayangnya, voice clip sepertinya tidak mendeteksi apabila karakter yang mengucapkannya sudah mati, misalnya ketika seorang pasukan CELL menantang Prophet, dia akan tetap mengucapkan kalimatnya sampai tuntas meskipun sudah kita stealth kill.
Selesai memainkan campaign yang tidak terlalu panjang, Crysis 3 juga memiliki mode multiplayer yang cukup lengkap, ada Team Deathmatch, Deathmatch, Crash Site/Spear (semacam capture the base), Extraction/Capture the Relay ( semacamcapture the flag), HunterAssault (tim Nanosuit harus men-download data dari terminal yang dijaga pasukan biasa), Medley (main berbagai tipe game secara berurutan), Cell vs Rebel, Developers Choice(mode yang diberikan Crytek), Maximum Team Deathmatch (damage lebih besar) dan Maximum Deathmatch.

Pilihan mode multiplayer
Yang baru di sini adalah Hunter Mode, dimana kita bisa berperan sebagai pemburu dan yang diburu. Kita bisa memilih mau menjadi satu tim Nanosuit Operatives, atau pasukan CELL yang harus bertahan hidup dari incaran para predator.

Bisa juga mengkustomisasi class
Sistem progresi multiplayer cukup standar, dengan senjata yang terkunci berdasarkan level. Kita juga bisa mengkustomisasi bahkan memberi nama sendiri kepada class yang kita gunakan.
Satu hal yang cukup mengganggu dalam campaign adalah keberadaan kata-kata “Hold X to Enter Game” ketika kita sedang menyaksikan cutscene. Bagi yang tidak mengerti, itu maksudnya adalah langsung skip cutscene.Entah apa yang ada di pikiran Crytek memasang text menantang seperti itu di bawah layar ketika pre-loadingsudah selesai padahal cutscene masih terus berjalan. Bisa-bisa cutscene justru terlewat secara tidak sengaja.
Namun secara garis besar, Crysis 3 merupakan sebuah game yang memuaskan, baik dari segi grafis, gameplaydan lagu yang cenderung epic.
Gameplay seri Crysis memang sudah terbukti selalu fun. Kita bisa dengan bebas memilih cara untuk menghabisi lawan menggunakan seluruh kemampuan Nanosuit dengan berbagai senjata yang bisa kita kustomisasi on-the-fly.

Armor mode, pilihan terbaik untuk bertahan melawan Ceph.
Meskipun sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dari Crysis 2, Crysis 3 tetap bisa memuaskan hati. Dan kali ini, kita bisa melihat akhir dari kisah Laurence Banes alias Prophet. “They called me Prophet. Remember me.” (ZBT)

VGI RATINGS FOR CRYSIS 3

9.0
GameplayCrysis tetap mempertahankan gameplay seri sebelumnya yang fun dan sudah terbukti.
9.5
GraphicCryEngine 3 memang memukau, apalagi Crytek terlihat dengan sengaja memamerkan grafis tersebut.
9.0
SoundSelain voice acting yang baik, sound effect yang meyakinkan, lagu yang disediakan juga cukup epic.
8.5
LongevitySelain menamatkan campaign, sesi multiplayer yang cukup fun bisa memperpanjang umur Crysis 3.
9.0Excellent
OVERALL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: